Faktor-faktor Penyebab Speech Hold-up Pada Anak Usia Todler

  • Home
  • Artikel
  • Faktor-faktor Penyebab Speech Hold-up Pada Anak Usia Todler
Faktor-faktor Penyebab Speech Hold-up Pada Anak Usia Todler
Faktor-faktor Penyebab Speech Hold-up Pada Anak Usia Todler

Faktor-faktor Penyebab Speech Hold-up Pada Anak Usia Todler

Sering ibu yang bekerja mengajak anaknya bicara dan hanya bicara satu dua patah kata saja yang isinya instruksi atau jawaban yang sangat singkat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kelompok anak multilingual tampak mempunyai perbendaharaan yang kurang dibandingkan anak dengan satu bahasa, kecuali pada anak dengan kecerdasan yang tinggi.
Pada saat menonton televisi, anak akan lebih sebagai pihak yang menerima tanpa harus mencerna dan memproses informasi yang masuk. Belum lagi, suguhan yang ditayangkan berisi adegan-adegan yang seringkali tidak dimengerti oleh anak dan bahkan sebenarnya traumatis karena menyaksikan adegan perkelahian, kekerasan, seksual ataupun acara yang tidak disangka memberi kesan yang mendalam karena egosentrisme yang kuat pada anak dan karena kemampuan kognitif yang masih belum berkembang. Akibatnya, dalam jangka waktu tertentu yang mana seharusnya otak mendapat banyak stimulasi dari lingkungan atau orang tua untuk kemudian memberikan responses kembali, namun karena yang banyak memberikan stimulasi adalah televisi (yang tidak membutuhkan respon apa-apa dari penontonnya), maka sel-sel otak yang mengurusi masalah bahasa dan bicara akan terlambat perkembangannya.

Senin, 12 Januari 2015
Faktor-faktor Penyebab Speech Hold-up Pada Anak
Faktor-faktor Penyebab Speech Hold-up Pada Anak Usia Todler
Gangguan keterlambatan bicara adalah hambatan pada kemampuan bicara dan perkembangan bicara pada anak-anak sering dihadapi pada ibu yang bekerja (Jacinta F.R. 2001). Penyebab dari keterlambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
1. Hambatan pendengaran
Hambatan pada pendengaran berkaitan dengan hambatan bicara. Jika si anak mengalami kesulitan pendengaran, maka dia akan mengalami hambatan pula dalam memahami, meniru, dan menggunakan bahasa. Salah satu penyebab gangguan pendengaran anak adalah adanya infeksi telinga.
2. Kelainan body organ bicara.
Pada lidah pendek terjadi kesulitan menjulurkan lidah sehingga kesulitan mengucapkan huruf "t", "n" dan "l". Kelainan bibir sumbing bisa mengakibatkan penyimpangan resonansi berupa rinolaliaaperta, yaitu terjadi suara hidung pada huruf bertekanan tinggi seperti "s", "k", dan "g".
3. Hambatan perkembangan pada otak yang menguasai kemampuan dental electric motor
Keterlambatan bicara yang disebabkan adanya masalah pada location dental electric motor di otak sehingga kondisi ini menyebabkan adanya ketidakefisienan hubungan di daerah otak yang bertanggung jawab menghasilkan bicara. Akibatnya, si anak mengalami kesulitan dalam menggunakan bibir, lidah bahkan rahangnya untuk menghasilkan bunyi kata tertentu.
4. Masalah keturunan
Gangguan tersebut timbul karena kelainan genetik yang menurun dari orang tua. Menurut Mery GL anak yang lahir dengan kromosom 47 XXX terdapat keterlambatan bicara sebelum usia 2 tahun dan membutuhkan terapi bicara sebelum usia prasekolah.
5. Autisme
Gangguan bicara dan bahasa yang berat dapat disebabkan oleh autisme. Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
6. Gangguan emosi dan perilaku
Gangguan bicara biasanya menyertai pada gangguan disfungsi otak very little, gejala yang terjadi sangat very little, sehingga tidak mudah untuk dikenali. Biasanya disertai kesulitan belajar, hiperaktif, tidak terampil dan gejala tersamar lainnya.
7. Alergi makanan
Alergi makanan ternyata bisa juga mengganggu fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan, salah satunya adalah perkembangan bicara pada anak. Bila alergi makanan sebagai penyebab biasanya keterlambatan bicara terjadi pada usia di bawah 2 tahun, namun di atas usia 2 tahun anak akan tampak sangat pesat perkembangan bicaranya.
8. Deprivasi lingkungan
Dalam keadaan ini, anak tidak mendapat rangsangan yang cukup dari lingkungan. Bila anak yang kurang mendapat rangsangan tersebut juga mengalami kurang makan atau kid misuse, maka kelainan bicara yang berat dapat terjadi. Hal ini bukan karena deprivasi lingkungan semata, namun karena adanya kelainan saraf karena kurang gizi atau penelantaran anak.
9. Masalah pembelajaran atau komunikasi dengan orang tua (pola pengasuhan orang tua).
Masalah komunikasi dan interaksi dengan orang tua tanpa disadari memiliki peran yang penting dalam membuat anak mempunyai kemampuan berbicara dan berbahasa yang tinggi. Sering ibu yang bekerja mengajak anaknya bicara dan hanya bicara satu dua patah kata saja yang isinya instruksi atau jawaban yang sangat singkat.
10. Lingkungan yang sepi.
Bicara adalah bagian tingkah laku, jadi ketrampilan yang didapat melalui proses imitasi atau meniru. Bila stimulasi sejak awal kurang, maka obyek yang ditiru word play here tidak ada sehingga dapat menghambat kemampuan bicara pada anak.
11. Lingkungan yang tidak menyenangkan.
Bicara biasanya digunakan orang-orang disekitar anak untuk mengekspresikan kemarahan, ketegangan, kekacauan, dan ketidak senangan, sehingga anak akan menghindar untuk berbicara lebih banyak untuk menjauhi kondisi yang tidak menyenangkan tersebut.
12. Multilingual (2 bahasa).
Pemakaian 2 bahasa biasanya juga menjadi penyebab keterlambatan bicara, namun keadaan ini tiak terlalu mengkhawatirkan. Umumnya anak. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kelompok anak multilingual tampak mempunyai perbendaharaan yang kurang dibandingkan anak dengan satu bahasa, kecuali pada anak dengan kecerdasan yang tinggi.
13. Faktor televisi.
Belum lagi, suguhan yang ditayangkan berisi adegan-adegan yang seringkali tidak dimengerti oleh anak dan bahkan sebenarnya traumatis karena menyaksikan adegan perkelahian, kekerasan, seksual ataupun acara yang tidak disangka memberi kesan yang mendalam karena egosentrisme yang kuat pada anak dan karena kemampuan kognitif yang masih belum berkembang. Akibatnya, dalam jangka waktu tertentu yang mana seharusnya otak mendapat banyak stimulasi dari lingkungan atau orang tua untuk kemudian memberikan responses kembali, namun karena yang banyak memberikan stimulasi adalah televisi (yang tidak membutuhkan respon apa-apa dari penontonnya), maka sel-sel otak yang mengurusi masalah bahasa dan bicara akan terlambat perkembangannya.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar