Kiat Mengasuh Anak Dengan ADHD

Kiat Mengasuh Anak Dengan ADHD
Kiat Mengasuh Anak Dengan ADHD

“Aaarrgghhh... Andiiiii.. Jangan banting barang ituuu.. “ Jengkel, capai, emosi, sedih, semua berkecamuk dalam hati. Mengelus dada sudah tidak mampu mengurangi kejengkelan yang Anda rasakan. Mungkin hal seperti ini sudah tidak asing lagi bagi Anda ataupun keluarga yang memiliki anak dengan ADHD. Mengasuh anak dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) tidak sesulit yang dibayangkan atau yang Anda dengar dari berbagai sumber. Terlebih dahulu Anda harus mengenal seperti apakah Anak dengan ADHD. Anak dengan ADHD cenderung memiliki sifat kurang perhatian, konsentrasi mudah terpecah, tidak dapat memperhatikan / mengikuti petunjuk, hiperaktif, sering merebut barang milik orang lain secara paksa dan bersifat impulsif (merusak). Baik di sekolah ataupun di rumah prestasi tidaklah tercapai, namun yang ada hanyalah kekesalan dari para guru dan lingkungan sekitar. Hal seperti ini lama kelamaan akan membuat sang anak menjadi tidak percaya diri. Bagi anak-anak dengan ADHD, terapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggunaan obat dengan terapi perilaku atau psikososial. Penggunaan obat diberikan oleh dokter dan disesuaikan dengan kondisi anak. Sedangkan terapi perilaku dilakukan oleh terapis. Namun kedua hal ini sangat membutuhkan kerja sama dan dukungan dari kedua orang tua serta anggota keluarga lainnya. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan dalam mengasuh dan menghadapi anak ADHD adalah seperti:


  1. Utamakan penglihatan dan pendengaran Anda. Apabila anak berteriak-teriak, biarkan sesaat dan lihat apa yang dikehendaki anak Anda. Balas berteriak tidak akan menyelesaikan masalah.
  2. Luangkan waktu lebih banyak untuk mendampingi anak Anda di rumah, baik membantunya dalam memahami pelajaran di sekolah maupun mengajarkannya cara bersosialisasi.
  3. Berikan hukuman bila anak melakukan kesalahan namun berikan pujian dan penghargaan bila anak bersikap baik dan melakukan hal yang benar. Ingat, anak-anak dengan ADHD, walaupun mereka sering tidak dapat mengontrol perilaku, sensitif terhadap kritikan, mudah cemas dan kurang percaya diri.
  4. Bantu anak dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya obat-obat yang mereka minum dan bahwa mereka tidak menjadi berbeda dengan anak lain hanya karena mengkonsumsi obat.
  5. Pantau efek yang timbul pada anak setelah mengkonsumi obat. Gangguan tidur dan berkurangnya nafsu makan dapat terjadi setelah mengkonsumsi obat. Bila terjadi gangguan tidur, berikan obat beberapa jam sebelum tidur. Sedangkan apabila terjadi gangguan pada nafsu makan, berikan obat setelah anak makan pagi / siang / malam.
  6. Berikan waktu berdua dengan anak Anda di tempat yang tenang.
  7. Jauhkan televisi, radio ataupun komputer dari anak sebelum tidur sehingga anak dapat tidur dengan tenang.
  8. Bersikap tegas tetapi tidak menggunakan kekerasan pada anak.
  9. Hindari makanan yang tidak boleh dikonsumsi anak ADHD.
  10. Konsultasi pada dokter dan terapis yang bersangkutan.


Anak dengan ADHD tidaklah sungguh berbeda dengan anak normal. Bukan berarti memiliki anak dengan ADHD adalah suatu hal yang memalukan. Mereka sama-sama anak-anak. Hanya saja, anak dengan ADHD membutuhkan perhatian lebih khusus. Jangan jadikan hal ini sebagai beban. Jalani dengan cara-cara yang berbeda dan nikmatilah saat-saat Anda bersama dengan anak Anda. SEBUAH TEROBOSAN BARU UNTUK MEMBANTU ANAK DENGAN ADHD Para ilmuwan sampai saat ini belum yakin tentang penyebab ADHD biarpun beberapa studi memberikan informasi tentang keterlibatan gen yang sangat besar pada kasus ADHD. Banyak penelitian lain memeriksa adanya peranan lingkungan, nutrisi, bahkan trauma pada otak dan pengaruh lingkungan sosial. Dari penelitian ini ditemukan bahwa faktor lingkungan yang memberikan masukan kimia, logam berat, serta beberapa jenis nutrisi memberikan peranan dalam meningkatkan predisposisi ADHD. Sebuah cara yang mendasarkan metodenya pada ilmu biofisika ini dapat memberikan sumbangan pada penanganan kasus anak dengan ADHD. Kemampuan metode bioresonansi untuk mengubah informasi logam berat/ bahan-bahan kimia/ aditif yang menjadi stressor bagi anak-anak ADHD menjadi informasi baru yang tidak memberikan supresi pada tubuh akan menghasilkan reaksi yang baik dalam bentuk: peningkatan kemampuan mengingat, lebih mudah untuk fokus terhadap sesuatu, mampu mengikuti instruksi dengan benar. Metode bioresonansi ini menjadi bagian dari terapi masa depan yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup anak Anda.   Sumber :


  • http://www.parentsmedguide.org/ParentGuide_English.pdf


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar