Mengenal ADHD-- Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

  • Home
  • Artikel
  • Mengenal ADHD-- Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Mengenal ADHD-- Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Mengenal ADHD-- Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Mengenal ADHD-- Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Penulis
Internet Kesehatan

Apa itu ADHD?

ADHD adalah kondisi yang bisa terdapat pada anak-anak, remaja bahkan pada orang dewasa. Tanpa penanganan yang tepat, ADHD dapat menimbulkan konsekuensi yang serius seperti mal-prestasi (under-achievement), kegagalan di sekolah atau pekerjaan, susah menjalin hubungan atau interaksi sosial, rasa tidak percaya diri yang parah, dan juga depresi kronis.
Gejala ADHD

ADHD adalah singkatan dari Attention deficit disorder, yaitu sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian. Kondisi ini dulunya dikenal dengan ADD atau Focus Deficiency Condition.

Gejala atau pertanda ADHD bisa berbeda bagi setiap orang. Gejalanya biasanya mulai tampak saat masa anak-anak. Berikut ini adalah tiga gejala utama ADHD yang umum pada anak-anak:

Hiperaktif
Tampak seperti kelebihan energi, selalu aktif dan tidak bisa diam. Tanda-tandanya yang biasanya tampak adalah:

Baca juga: Cara menghadapi anak hiperaktif.

Tidak bisa bermain dengan tenang
Susah berdiam diri, menggeliat, gelisah, dan sering berdiri kembali ketika duduk
Selalu bergerak, seperti berlari atau memanjat pada sesuatu
Tidak bisa duduk dengan tenang

Negligence atau bermasalah pada perhatian
Berupa gangguan atau kesulitan untuk memperhatikan sesuatu. Gejala yang biasanya tampak antara lain:

Sangat susah untuk memusatkan perhatian
Tampak tidak mendengarkan ketika orang lain berbicara kepadanya
Perhatiannya sangat mudah teralihkan
Sering membuat kesalahan akibat kurang berhati-hati atau karena kurang memperhatikan
Susah mengikuti arahan atau menyelesaikan tugas
Sering melupakan atau menghilangkan sesuatu
Memiliki kecenderungan untuk mengingau saat tidur

Impulsif
Penderita ADHD biasanya memiliki sifat impulsif atau bertindak tanpa berpikir (spontan). Gejala yang dapat dikenali misalnya:

Kesulitan untuk menunggu giliran
Menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan selesai atau sebelum diberi kesempatan
Sering menginterupsi orang lain
Bertindak impulsif tanpa memikirkan konsekuensinya, seperti berlari di tengah acara official, mengejar sesuatu yang berbahaya, dsb.

Selain ketiga gejala di atas, terdapat juga beberapa gejala lain yang bisa terjadi pada penderita ADHD, antara lain:

Menunjukkan sikap menentang atau melanggar peraturan
Susah untuk bersosialisasi dengan orang lain
Kurangnya rasa percaya diri
Kemampuan mengorganisasi yang buruk
Cepat bosan
Gelisah
Sering terburu-buru dalam mengambil keputusan

Penyebab ADHD

Penyebab pasti ADHD belum diketahui secara pasti, namun para peneliti memusatkan objek penelitiannya pada kinerja dan perkembangan otak. Selain itu, terdapat tiga faktor yang dianggap mempengaruhi kondisi ADHD, yaitu:

Faktor genetik/keturunan
Sebagian besar penderita ADHD mendapatkan kondisi ini dari orang tuanya. ADHD memiliki kecenderungan besar terjadi pada keluarga/keturunan.
Ketidakseimbangan kimia
Para ahli meyakini bahwa ketidakseimbangan kimiawi pada otak (natural chemical) merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan gejala ADHD.
Kinerja otak
Pada anak yang menderita ADHD, didapati bahwa location otak yang mengontrol perhatian tampak tidak terlalu aktif, dibandingkan dengan anak-anak lainnya yang tidak menderita ADHD

Pengobatan bagi penderita ADHD bisa berupa obat-obatan ataupun terapi. Obat-obatan yang sering diberikan oleh dokter biasanya berupa stimulan, yang digunakan untuk membantu mengontrol sikap hiperaktif dan impulsif pada anak, serta membantu meningkatkan fokus atau perhatian.

Pengobatan dan Penanganan ADHD.

Walaupun kondisi ini tidak bisa disembuhkan, terdapat beberapa tindakan atau penanganan bagi penderita ADHD. Pengobatan di sini berarti tindakan atau strategi untuk membantu mengontrol gejala-gejala ADHD. Tujuannya adalah membantu penderitanya meningkatkan kemampuan sosial, meningkatkan kemampuan dalam belajar/bekerja, meningkatkan rasa percaya diri anak, dan menjaga penderitanya dari tingkah laku yang dapat membahayakan diri sendiri.

Penanganan berupa terapi (psikoterapi) juga umum diberikan pada penderita ADHD. Terapi yang diberikan bisa berupa pelatihan kemampuan sosial, modifikasi tingkah laku (actions), dan juga terapi kognitif. Orang tua dan keluarga juga biasanya akan diberikan pelatihan berupa pengenalan terhadap ADHD, cara menghadapi gejala ADHD pada anak, pendekatan-pendekatan yang digunakan, ataupun berupa assistance bagi orang tua yang memiliki anak penderita ADHD.

ADHD adalah kondisi yang bisa terdapat pada anak-anak, remaja bahkan pada orang dewasa. Tanpa penanganan yang tepat, ADHD dapat menimbulkan konsekuensi yang serius seperti mal-prestasi (under-achievement), kegagalan di sekolah atau pekerjaan, susah menjalin hubungan atau interaksi sosial, rasa tidak percaya diri yang parah, dan juga depresi kronis.
Berikut ini adalah tiga gejala utama ADHD yang umum pada anak-anak:

Walaupun kondisi ini tidak bisa disembuhkan, terdapat beberapa tindakan atau penanganan bagi penderita ADHD. Orang tua dan keluarga juga biasanya akan diberikan pelatihan berupa pengenalan terhadap ADHD, cara menghadapi gejala ADHD pada anak, pendekatan-pendekatan yang digunakan, ataupun berupa assistance bagi orang tua yang memiliki anak penderita ADHD.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar