Pengertian ADHD dan Penanganan ADHD

Pengertian ADHD dan Penanganan ADHD
Pengertian ADHD dan Penanganan ADHD

Apa itu ADHD?

ADHD ( attention deficit hyperactivity disorder ) adalah Gangguan rentang perhatian dan hiperaktif. Adanya disfungsi otak.Di mana porsi anak laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan anak perempuan. Sampai sekarang masih belum diketahui mengapa bisa begitu.

Penyebab ADHD?

1. Faktor lingkungan/psikososial

a. Konflik keluarga.

c. Sosial ekonomi keluarga yang tidak memadai.

d. Jumlah keluarga yang terlalu besar.

e. Anak yang diasuh di penitipan anak.

f. Riwayat kehamilan dengan eklampsia, perdarahan antepartum, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, ibu yang merokok saat hamil, dan alkohol.

2. Faktor genetik

3. Gangguan otak dan metabolisme

Trauma lahir atau hipoksia yang berdampak injury pada lobus frontalis di otak.

Ciri-ciri ADHD bagian 1.

a. Kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian,

b. Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas.

c. Mainan, dll. sering tertinggal atau hilang

d. Sering membuat kesalahan.

e. Sulit mengorganisasi tugas dan kegiatan.

f. Sering menghindar, tidak menyukai, atau menolak tugas.

g. Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).

e. Hiperaktif

f. Perilaku yang tidak bisa diam,,

g. Banyak bicara atau cerewet

h. Tidak dapat tenang/diam, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak (mengetuk-ngetuk jari di atas meja, menggoyangkan kaki.

h. Sering membuat gaduh suasana.

i. Selalu memegang apa yang dilihat.

j.Sulit untuk duduk diam atau jalan-jalan di kelas

k. Lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia.

l. Suka teriak-teriak

Ciri-ciri ADHD bagian 2.

a. Kesulitan untuk menunda respon (dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar), seperti,

b. Sering mengambil mainan teman dengan paksa.

c. Tidak sabaran.

d. Reaktif.

e. Sering bertindak tanpa dipikir dahulu.

f. Sikap menentang

g. Sering melanggar peraturan.

h. Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas.

i. Lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia).

j. Sering menyela pembicaraan atau sulit antri


2. Cemas

a. Banyak mengalami rasa khawatir dan takut.

b. Cenderung emosional.

c. Sangat sensitif terhadap kritikan.

d. Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar.

e. Terlihat sangat pemalu dan menarik diri.


3. Problem sosial

a. Hanya memiliki sedikit teman.

b. Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.

Penanganan ADHD.

1. Menyuruh anak duduk

2. Kembali ke pelajaran

3. Menghindari stimuli yang mengalihkan perhatian

4. Kontak mata selama memberi kontak mata selama memberi pengarahan verbal.

5. Arahan jelas dan singkat

6. Konsisten

7. Kesederhanaan adalah penting memahami tugas yang diberikan (intruksi jelas)

8. Memberikan waktu ekstra

Solusi apa yang paling baik ?

      Kita harus paham sepenuhnya bahwa medikasi itu bukan untuk terapi anak ADHD  , mereka hanya membantu memudahkan individu me-manage simtom-simtom dari ADHD – dengan cara meningkatkan entensi dan menurunkan perilaku impulsive dan hiperaktif berkat bantuan obat-obatan stimulant.

      Sementara pendekatan treatment yang paling efektif untuk ADHD adalah gabung dari : 

Modifikasi perilaku

Strategi-strategi organisasional

Konseling dan psikoterapi

Pemberian dukungan  dan  edukasi seputar ADHD , dan

Medikasi sebagai pendukung dari semua strategi-strategi diatas.

Dengan bantuan kita, anak dapat memahami bahwa ADHD itu “ just a small part of the wonderful person ”. sehingga dia pun merasa baik terhadap dirinya sendiri.



Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar