Program Fisioterapi Dalam Penyembuhan Anak Down Syndrome ( DS)

  • Home
  • Artikel
  • Program Fisioterapi Dalam Penyembuhan Anak Down Syndrome ( DS)
Program Fisioterapi Dalam Penyembuhan Anak Down Syndrome ( DS)
Program Fisioterapi Dalam Penyembuhan Anak Down Syndrome ( DS)

Sobat secangkir terapi, ada banyak metode dalam penyembuhan anak yang menderita down syndrome (DS). Salah satunya menggunakan program latihan fisioterapi dengan pendekatan kapasitas fisik pasien yaitu SOAP.


Fisioterapi pada Down Syndrom ( DS) adalah membantu anak belajar untuk menggerakkan tubuhnya dengan cara/gerakan yang tepat (appropriate ways). 


Misalnya : Hypotonia pada anak dengan Down Syndrome dapat menyebabkan pasien berjalan dengan cara yang salah yang dapat mengganggu posturnya, hal ini disebut sebagai kompensasi. 


Tujuan fisioterapi adalah untuk mengajarkan pada anak gerakan fisik yang tepat. Untuk itu diperlukan seorang fisioterapis yang ahli dan berpengetahuan dalam masalah yang sering terjadi pada anak Down syndrome.


Misalnya:  Low muscle tone, loose joint dan perbedaan yang terjadi pada otot-tulangnya.


Program Fisioterapi dalam kasus down syndrome adalah:

Peningkatan kapasitas - kemampuan fungsional fisik anak down syndrome agar mamapu melakukan aktivitas sehari-hari, bermain dan berinteraksi dengan masyarakat sesuai atau mendekati anak normal.


 Program Fisioterapi adalah:


 S (Subjektive) = Mengetahui problem secara subjektive melalui pemeriksaan.


O (Objektive) = Mengetahui problem secara objektive melalui pemeriksaan.


A (Asesment) = Penilaian kapasitas fisik pasien.


P ( Planing) = Rencana fisioterapi.


Pemeriksaan Subjektive pada anak DS :


  1. Observasi : cara anak berinteraksi dengan sekeliling / lingkungan.
  2. Reflek Primitif : grasp palmar dan feet, reaksi yang berlawanan dengan positif supporting reactions.
  3. Tonus postural : rendah.
  4. Tonus otot : biasanya rendah.
  5. Motorik kasar: biasanya tertinggal dari tumbuh kembang yang normal.
  6. Motorik halus : ada.
  7. Pola gerakan : stereotype dengan pola tertentu.
  8. Gangguan sendi : joint luxity.
  9. Status bermain : sampai dimana anak mampu bermain, biasanya tertinggal dari tumbuh kembang yang normal.
  10. Kemampuan bahasa : apa yang diucapkan atau diisyaratkan.
  11. Kemampuan makan – minum :


  1. Cara makan dan minum.
  2. Cara pemberian makan dan minum.
  3. Cara mengunyah dan cara menelan.

Pemeriksaan Objektive pada anak DS :


  1. Keterlambatan perkembangan motorik kasar dan ketidakmampuan mengontrol gerakan mid-range.
  2. Protective reaction dan equilibrium reaction kurang berkembang dan reaksi yang berlawanan dengan positive supporting reaction tampak kuat.
  3. Abnormal alighment pada waktu berdiri. Anak bertumpu pada posisi medial kali dan ditemukan joint laxity pada beberapi sendi.
  4. Anak kurang memahami konsep latihan.
  5. Ditemukan adanya keterlambatan psikososial dibanding anak normal.


Asesment Fisioterapi  pada anak DS :


  1. Status psikososial.
  2. Status bermain.
  3. Status kemampuan bahasa.
  4. Status motorik kasar.
  5. Status motorik halus.
  6. Reflek primitive.
  7. Deformitas.
  8. Lingkungan aktifitas otak.

Planing Fisioterapi :


 Stimulasi propioseptif.

  1. Stimulasi tactil.
  2. Stimulasi weight bearing.
  3. Stimulasi weight transferring.
  4. Stimulasi sequences of movement.
  5. Stimulasi keseimbangan.
  6. Stimulasi posisi tinggi.
  7. Stimulasi bermain.

Implementasi program :


 Bermain pada posisi tertentu dengan menyangga berat badan. Dapat dikombinasi dengan stimulasi tapping (pressure tapping).

  1. Bermain dengan benda-benda yang permukaanya berbeda.
  2. Mengembangkan kemampuan menumpu berat badan pada segala posisi untuk memperbaiki postur.
  3. Bermain sambil menari, menangkap dan melempar bola, duduk di guling dll.
  4. Mengembangkan kemampuan anak untuk berpindah posisi yang lebih tinggi.
  5. Bermain untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, kognisi, kontak social.
  6. Edukasi keluarga pasien untuk melatih pasien di rumah.

Evaluasi :

Dilakukan secara teratur dan periodik sesuai dengan perkembangan yang sudah dicapai oleh anak.


* Catatan :

Mengenai metode penyembuhan fisioterapi pada anak Down Syndrome ( DS)  akan saya bahas di artikel selanjutnya.



Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar