Testimoni Orang Tua Mitra Ananda

  • Home
  • Testimoni Orang Tua Mitra Ananda

Testimoni Orang Tua Mitra Ananda

  • Dr. Dian Basuki

  • Selasa, 14 November 2017

Sejak Rama didiagnosis PDD-NOS, salah satu spektrum autisme, 8 tahun lalu, kami terus berupaya memberikan bekal terbaik agar Rama dapat mandiri dan bersosialisasi. Mitra Ananda memberi kesempatan pada kami untuk bersama-sama merancang program pendidikan yang fleksibel dan sesuai dengan kemampuan serta minat Rama. Efektifitas program dipantau bersama-sama dan terjalin komunikasi interaktif yang dinamis, sehingga pendidik, konsultan dan orang tua menjadi bagian dari tim yang solid untuk mencapai tujuan bersama

  • -Ibunda Yazid-

  • Kamis, 28 September 2017

Perkembangan Yazid selama terapi cukup baik, dari Yazid yang tadinya susah nurut perintah sekarang Alhamdulillah sudah mulai nurut. Untuk ibu yang membimbing dan mengajarkan Yazid juga sangat sabar dan telaten hingga Yazid bisa lebih fokus dalam menggambar dan menulis

  • -Ibunda Hafizh- IzzatusSunnah

  • Kamis, 28 September 2017

Alhamdulillah sebelum dan sesudah mengikuti terapi di QQ Mitra Ananda perubahan Hafizh cukup signifikan. Dari sebelumnya kontrol emosinya kurang, selalu “menempel” sama orangtua, kecanduan youtube, bicara Bahasa Indonesia dan kosakata minim dll. Alhamdulillah berangsur membaik, emosi lebih bisa terkontrol, tidak kecanduan gadget lagi (hanya sesaki) bicara mayoritas Bahasa Indonesia, mampu menggunakan pensil dan mau disekolah dll. Orangtua pun mendapatkan pengetahuan dan pemahaman untuk bagaimana menerapkan di rumah. Terima kasih kepada Ibu Kiki dan suami, Bu Didin, Bu Evi, Pak Alvin, Mba Dewi, Mba Syifa dan seluruh staff QQ Mitra Ananda atas kontribusinya kepada Hafizh. Jazakumullah Khairan Katsiran

  • -Pak Ardi- Ayahanda Ananda Adisti

  • Kamis, 28 September 2017

Saya Ardi, orang tua dari Adisti Audrinia anak pertama saya ini mengalami gangguan pertumbuhan secara mental dan saya baru sadari hal tersebut dari umur 2-3 tahun karena anak saya tersebut tidak dapat berinteraksi secara social dengan orang lain, seperti banyak yang bilang “asik dengan dunianya sendiri”. Namun perkembangan fisiknya sama sekali tidak ada masalah. Dan sampai saat masuk usia playgrouppun kami sekolahkan di sekolah umum karena ketidak tahuan saya. Dan parallel dengan usaha kami di bidang medis namun, tetap kami tidak mendapatkan solusi sampai saatnya saya menemukan sekolah Flexi Mitra Ananda di Cipinang Elok dan mulailah Adisti bersekolah disana. Dimulai dari Adisti berusia 5-6 tahun yang saat itu masih belum focus dan masih menggunakan diapers biarpun hal tersebut berjalan sangat lambat sampai usia 9 tahun berangsur Adisti sudah tidak menggunakan diapers lagi. Serta emosinya sudah berangsur stabil. Saya mengucaapkan banyak terima kasih atas kesabran di Mitra Ananda yang sangat telaten mendidik anak saya dan saat ini anak saya karena suatu dan lain hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya lagi. Saat ini anak saya sudah bisa self care sedikit-sedikit

  • -Bu Ririn- Kepala Sekolah KB-TK St. Vincentius

  • Kamis, 28 September 2017

Menjadi pendidik adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan anugerah dari Tuhan untuk mengajar, mendidik dan menyayangi mereka dengan segala keunikan masing-masing dalam tumbuh kembang di usianya. Namun dengan kemajuan jaman dan teknologi kami para pendidik dihadapkan dengan hal-hal baru yang mempengaruhi perkembangan anak sehingga membutuhkan mitra kerja bagi anak yang berkebutuhan khusus, kami para pendidik KB-TK St. Vincentius dibantu dalam proses belajar dan berkembang anak sehingga harapan dukungan dan semangat tim terus berkarya bagi anak bangsa...sukses selalu. GBU

Tambahkan