Disfasia


Disfasia

Disfasia adalah suatu kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang memproduksi dan memahami bahasa lisan. Disfasia juga dapat menyebabkan gangguan membaca, menulis, dan gerak tubuh.

Kondisi disfasia sering disalahartikan sebagai gangguan lain. Terkadang disalahartikan sebagai dengan disartria atau gangguan bicara. Mungkin juga disalahpahami dengan disfagia atau gangguan menelan.

Mengutip laman Healthline, disfasia disebut juga aphasia, yaitu gangguan bahasa (language disorder). Terjadi ketika area otak yang bertanggung jawab untuk mengubah pikiran menjadi bahasa lisan ini mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya, penderita disfasia sering mengalami kesulitan dalam komunikasi verbal.

Disfasia disebabkan oleh kerusakan otak. Stroke adalah penyebab paling umum dari kerusakan otak yang menyebabkan disfasia. Penyebab lainnya termasuk infeksi, cedera kepala, dan tumor.

Berikut selengkapnya dengan penyebab kenapa disfasia bisa terjadi.

Penyebab Disfasia

Lantas, apa saja yang menyebabkan terjadinya language disorder dan siapa yang berisiko?

Melansir laman Healthline, kondisi ini terjadi ketika area otak yang bertanggung jawab untuk produksi dan pemahaman bahasa rusak atau terluka. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi medis yang berbeda.

Stroke adalah penyebab paling umum dari disfasia. Selama stroke, penyumbatan atau kerusakan pada pembuluh darah otak membuat sel-sel darah kehilangan oksigen, dan akibatnya oksigen. Ketika sel-sel otak kekurangan oksigen terlalu lama, mereka bisa mati.

Beberapa penyebab umum lainnya dari disfasia meliputi:

·         Infeksi

·         Cedera kepala parah

·         Tumor otak

·         Penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson

·         Serangan iskemik transien (TIA)

·         Migrain

·         Kejang

Beberapa penyebab disfasia, seperti serangan iskemik transien, migrain, dan kejang, hanya akanmengakibatkan kerusakan otak sementara. Kemampuan bahasa dipulihkan setelah serangan selesai.