Penyebab Anak Malas Menulis


Salah satu keterampilan yang diajarkan di sekolah adalah menulis. Sejak tingkat prasekolah, anak telah diperkenalkan dengan pensil untuk mendukung kemampuannya dalam menulis. Namun, ada kalanya anak malas menulis, baik yang diajarkan di sekolah maupun di rumah. Anda mungkin kewalahan dengan si kecil yang enggan belajar menulis. 

Menulis merupakan kemampuan mendasar yang perlu dimiliki anak sebelum masuk ke tingkat sekolah dasar. Dengan memiliki kemampuan menulis, si kecil akan lebih mudah untuk kelak mengikuti pelajaran di sekolah.

Kemampuan menulis memang tidak serta-merta datang begitu saja. Diperlukan latihan dan konsistensi untuk dapat melakukannya. Lalu apa yang menyebabkan anak malas untuk belajar menulis? 

 

Penyebab Anak Malas Menulis

Anda mungkin menebak-nebak apa yang menyebabkan si kecil malas untuk belajar menulis. Apakah karena memang tidak berminat atau metode mengajar yang tidak sesuai? Berikut ini beberapa penyebab anak malas menulis.

 

1. Kata-Kata Tidak Bermakna bagi Anak 

Usia 3-5 tahun adalah usia yang paling menantang bagi anak untuk mengenali huruf. Kata-kata dalam tulisan sering kali dianggap tidak bermakna bagi anak. Apalagi bila kertas kerja yang digunakan tidak menarik minat anak.

Itulah yang membuat anak menjadi malas menulis. Sebagai permulaan, cobalah biarkan anak mencoret-coret atau menggambar untuk membiasakan anak memegang pensil.

Bangun minat anak terlebih dahulu. Kemudian ajak anak untuk menulis kata dari benda yang disukai. 

 

2. Anak Belum Siap Menulis 

Alasan lain seorang anak tidak menunjukkan minat untuk belajar menulis adalah anak belum siap untuk menulis. Minat menulis anak berkaitan erat dengan kesiapan menulis yang berhubungan dengan kemampuan motorik.

Anak belum dapat mengontrol motoriknya dengan alat tulis sehingga tidak tertarik untuk menulis. Ia pun kemudian akan menghindarinya untuk meminimalkan frustasi akibat ketidakmampuannya. 

 

3. Takut Gagal Bikin Anak Malas Menulis

Belajar menulis bisa jadi terasa menakutkan bagi anak. Takut gagal dan tidak sesuai harapan adalah hal yang sering kali dirasakan anak saat belajar menulis.

Pastikan Anda mampu mengelola ekspektasi ketika mengajarkan anak menulis. Hindari kalimat yang terkesan menuntut dan sampaikan bahwa anak bisa mempelajarinya secara perlahan.

Di samping itu, terimalah rasa takut yang anak rasakan dan rangkul anak untuk menghadapinya. 

 

4. Perlengkapan Menulis Kurang Menarik 

Untuk anak-anak yang lebih kecil, mereka sangat mengutamakan visual. Jenis alat tulis yang digunakan bisa sangat memengaruhi minat belajar mereka.

Cobalah untuk memberikan alat tulis yang menarik. Misalnya dengan warna atau gambar favorit mereka.

 

5. Anak Malas Menulis karena Suasana Belajar yang Kurang Menyenangkan 

Berbeda dengan anak yang usianya lebih besar, anak-anak prasekolah memerlukan suasana belajar yang menyenangkan. Ciptakan lingkungan belajar yang santai.

Jangan menargetkan anak pada suatu pencapaian yang serius. Yang paling penting jangan pernah memaksa anak untuk belajar menulis.

Saat anak menolak untuk belajar menulis, cobalah mengajaknya kembali di lain waktu dengan suasana yang lebih menyenangkan. Anda bisa mengajaknya bermain terlebih dahulu kemudian ajak mereka untuk belajar menulis kembali. 

 

6. Kondisi Anak Sedang Kurang Baik

Saat belajar menulis, pastikan anak dalam keadaan yang baik. Jangan mengajak anak belajar menulis saat ia sedang lapar, mengantuk, atau suasana hatinya sedang tidak baik.

Sebelum belajar, pastikan si kecil sudah makan dan tidur cukup pada malam harinya. Dengan memprioritaskan kebutuhan dasarnya, Anda akan lebih mudah untuk mengajarkan anak untuk menulis.